Seorang bocah laki-laki mengalami kecelakaan tenggelam di waduk Taman Embung Sejuk yang terletak di Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu, 15 Februari 2026. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat korban dan teman-temannya sedang bermain. Meskipun tenggelam selama kurang lebih 30 menit, warga setempat berhasil mengevakuasinya. Namun, saat ditemukan, kondisi bocah tersebut sudah membiru, menandakan bahwa ia telah mengalami kesulitan bernapas dalam waktu yang cukup lama.
Evakuasi yang Dramatis
Setelah berhasil dievakuasi dari waduk buatan tersebut, warga segera membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Keterangan dari Inur, seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, mengungkapkan bahwa anaknya tidak ikut bermain di waduk karena tertidur. “Ada cerita bikin bulu kuduk merinding. Sebelum kejadian, korban dan teman-temannya memanggil anak saya untuk ikut ke waduk,” ungkap Inur kepada wartawan.
Kebetulan, putra Inur tidak bisa dibangunkan meskipun sudah dipanggil berkali-kali. “Alhamdulillah, anak saya tidur di warung. Berkali-kali dibangunkan, tidak ada respon, sekitar jam 14.00 WIB,” lanjutnya. Ini menjadi momen beruntung bagi putranya, yang terhindar dari tragedi tersebut hanya karena terlelap tidur.
Momen Beruntung
Dengan tidak ikutnya anak Inur, ia merasa sangat bersyukur. Beliau menyampaikan, “Emaknya ngasih tahu, katanya tadi teman-teman anak saya memanggil ngajakin jalan. Karena tidur tidak bangun, akhirnya tidak ikut. Alhamdulillah selamat ya Allah, merinding nih lihatnya.” Momen ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya pengawasan dan keberadaan anak-anak saat bermain di area yang berpotensi berbahaya.
Harapan Warga
Hingga berita ini ditulis, kondisi bocah yang tenggelam belum diketahui secara pasti. Namun, warga sekitar berharap agar Pemerintah Kota Jakarta Timur, khususnya Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, dapat meningkatkan pengawasan terhadap taman-taman yang memiliki waduk. “Harapannya, pengawasan dan pengamanan waduk perlu ditingkatkan,” harap Inur.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Tragedi ini memberikan kita pelajaran berharga tentang pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat mereka beraktivitas. Momen tak terduga seperti ini bisa terjadi kapan saja, dan sebagai orang tua atau pengasuh, kita perlu selalu waspada. Berikut beberapa poin penting yang bisa kita renungkan:
Kesadaran Akan Lingkungan
Pastikan anak-anak selalu diajarkan tentang bahaya lingkungan di sekitar mereka, terutama di area yang dapat mengancam keselamatan seperti waduk atau kolam.
Pentingnya Pengawasan
Selalu dampingi anak-anak saat bermain, terutama di lokasi yang berpotensi berbahaya. Keterlibatan orang dewasa sangat penting untuk mencegah kecelakaan.
Komunikasi dengan Anak
Ajarkan anak untuk selalu memberi tahu orang tua atau pengasuh jika mereka ingin pergi bermain di tempat tertentu. Ini membantu kita untuk selalu mengetahui keberadaan mereka.
Kesimpulan
Kisah bocah yang tenggelam di waduk Cipayung ini menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya kewaspadaan dan pengawasan dalam menjaga keselamatan anak-anak. Meskipun putra Inur selamat karena kebetulan terlelap, tidak ada jaminan bahwa hal serupa tidak akan terjadi lagi. Mari kita berkomitmen untuk lebih memperhatikan lingkungan di sekitar kita dan meningkatkan komunikasi dengan anak-anak tentang bahaya yang mungkin mereka hadapi. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang dan anak-anak kita dapat bermain dengan aman.
